PENGERTIAN IMUNISASI
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit
dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit
yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi terdiri dari dua
macam yaitu imunisasi pasif dan imunisasi aktif. Imunisasi pasif merupakan kekebalan bawaan
dari ibu terhadap penyakit. Sedangkan imunisasi aktif merupakan kekebalan yang
harus didapat dari pemberian bibit penyakit lemah yang mudah dikalahkan oleh
kekebalan tubuh yang berguna membentuk antibodi terhadap penyakit yang sama,
baik yang lemah maupun yang kuat.
Teknik atau cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan dengan
melemahkan virus atau bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada seseorang
dengan cara suntik atau minum / telan. Setelah bibit penyakit masuk ke dalam
tubuh kita, maka tubuh akan terangsang untuk melawan penyakit tersebut dengan
membentuk antibodi. Antibodi itu umumnya bisa terus ada di dalam tubuh orang
yang telah diimunisasi untuk melawan penyakit yang mencoba menyerang.
Akan tetapi, permasalahan yang kita hadapi saat ini adalah
imunisasi yang diprogramkan oleh pemerintah mengundung unsur haram dan zat yang
berbahaya. Apakah yang menyebabkan imunisasi itu haram dan membahayakan?
Silakan baca artikel ini sampai selesai.
Alloh SWT berfirman dalam Surat Al-Baqoroh ayat 168:
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa-apa
yang terdapat di bumi. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithon, karena
sesungguhnya syaithon itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
Dari ayat di atas jelas Alloh memerintahkan kepada manusia untuk
mengkonsumsi makanan, minuman, obat, termasuk vaksin dari bahan-bahan yang halal
dan baik.
IMUNISASI
MENGANDUNG UNSUR HARAM
Bisa dikatakan bahwa seluruh vaksin yang ada di dunia ini
mengandung unsur haram. Diantaranya enzim babi, ginjal kera, pankreas babi
hingga janin bayi hasil aborsi. Professor Jurnalis Uddin, Ketua Dewan Pembina
LPPOM MUI membenarkan hal tersebut. Katanya, ditemukannya unsur haram dalam vaksin
bermula dari surat edaran yang keluarkan oleh Organisasi Konferensi Islam
(OKI). Surat yang dikeluarkan pertengahan tahun 2005 itu adalah peringatan
kepada negara-negara anggota OKI tentang adanya penggunaan tripsin babi dalam
proses pembuatan vaksin polio.
Dalam pembuatan Vaksin Polio Inaktif (IPV), virus polio
dikembangbiakkan menggunakan sel vero (berasal dari ginjal kera) sebagai
medianya. Proses produksi vaksin ini melalui lima tahap. Pertama, penyiapan
medium (sel vero) untuk pengembangbiakan virus. Kedua, penanaman virus. Ketiga,
pemanenan virus (menggunakan tripsin). Keempat, pemurnian virus dari tripsin.
Kelima, inaktivasi /atenuasi virus. Intinya dalam proses tersebut penyiapan
media menggunakan bahan ginjal kera dan
dalam tahapan pelepasan sel dari mikrokarier menggunakan tripsin (unsur turunan
dari pankreas babi).
IMUNISASI
DIBUAT DARI BAHAN BAKU YANG MEMBAHAYAKAN
Bahan utama vaksin adalah kuman,
virus atau bakteri hidup/ mati, toksoid atau DNA dengan tambahan bahan
tertentu untuk menjalankan berbagai fungsi dan biakan pembuatan vaksin. Bahan tambahan
tersebut diantaranya Merkuri, Formaldehid, Aluminium, Fosfat, Sodium,
Neomioin, Fenol, Aseton, dan sebagainya. Zat-zat tersebut mengakibatkan
dampak negatif yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan
mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll.
KONSPIRASI
YAHUDI DI BALIK PROGRAM IMUNISASI
Vaksinasi modern atau imunisasi yang dilakukan Flexner Brothers, didanai oleh Keluarga Rockefeller.
Rockefeller sendiri
adalah salah satu keluarga Yahudi yang
paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional. Dan kenyataannya, mereka
adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :
Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau
kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu konspirasi (campur tangan)
Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam New World Order (Tatanan Dunia Baru) mereka.
Jadi jelas-jelas imunisasi adalah suatu program untuk mengacaukan
sifat dan watak generasi-generasi dalam suatu negeri yang menjadi sasaran para
zionis. Dan kebanyakan vaksin tersebut dikirim ke Negara-negara dunia
ketiga dan Negara yang mayoritas penduduknya muslim.
Lalu bagaimana caranya vaksin dapat mengacaukan watak dan karakter
seseorang?
Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita
tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tahu bahwa vaksin didapat dari
darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut.
Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus
dibiakkan tersebut.
Pernahkah Anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur
dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?
DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik
leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah
penyakitnya.
Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tahu asal usul
dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut
akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.
Pernahkan anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih
dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol,
dan sebagainya?
Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang
virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau
malah mungkin hal itu disengaja?
Para ilmuwan pun mengakui bahwa imunisasi itu menimbulkan dampak
yang membahayakan. Berikut ini adalah komentar dari beberapa ilmuwan mengenai
vaksinasi:
o
“Vaksin menipu
tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah
fungsi pencegahan sistem imun.”
~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University
~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University
o
“Kanker pada
dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan.
Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang
terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”
~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris
~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris
o
“Ketika vaksin
dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan
secara umum”.
~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional
~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional
o
“Kasus polio meningkat
secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar
50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”
~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962
~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962
o
“Sebelum vaksinasi
besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah
kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”
~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional
~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional
o
“Vaksin
bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang
mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat,
asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple,
dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu,
menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”
~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika
~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika
o
“Tak masuk akal memikirkan
bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses
tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri
yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan
mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan
mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan
memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.” ~ Dr. William Hay, dalam buku
“Immunisation: The Reality behind the Myth”
Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter
hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan
dalam “Journal of the American Medical
Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan
judul “Rubella Vaccine in Suspectible
Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel
itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi
di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar
obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang
lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin
rubella.
FAKTA
KEGAGALAN IMUNISASI
Lalu, apakah vaksinasi itu dapat menjadi solusi dalam
pemberantasan penyakit? Jawabannya adalah tidak. Imunisasi justru malah membawa
bencana. Inilah bukti bahwa imunisasi menyebabkan kematian,
o
Di Amerika pada tahun
1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse
Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah ini 45% terjadi pada hari
vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 minggu setelah
vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak usia 1-3 bulan.
o
Pada 1986 ada 1300
kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah
mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova
Scotia di mana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi
universal.
o
Tahun 1989-1991
vaksin campak ”high titre” buatan Yugoslavia Edmonton-Zagreb diuji coba pada
1500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles,
Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksin tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO.
Program dihentikan setelah di dapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam
jumlah yang besar.
o
Vaksin campak
menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak dalam waktu
panjang selama 6 bulan sampai 3 tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin
mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari
penyakit-penyakit lainnya WHO kemudian menarik vaksin-vaksin tersebut dari
pasar di tahun 1992.
o
Desember 2002, Menteri Kesehatan
Amerika, Tommy G. Thompson menyatakan, tidak merencanakan memberi suntikan
vaksin cacar. Dia juga merekomendasikan kepada anggota kabinet lainnya untuk
tidak meminta pelaksaanaan vaksin itu. Sejak vaksinasi massal diterapkan pada
jutaan bayi, banyak dilaporkan berbagai gangguan serius pada otak, jantung,
sistem metabolisme, dan gangguan lain mulai mengisi halaman-halaman jurnal
kesehatan.
o
Dr. W. Torch berhasil
mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak-anak yang terjadi dalam 3,5 – 19
jam paska imunisasi DPT. Dia kemudian juga melaporkan 11 kasus kematian SIDS
dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70
kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru divaksinasi mulai dari
1,5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.
Baru-baru ini terjadi peristiwa yang sangat memilukan yang terjadi
di negri kita sendiri, yaitu tepatnya di Bekasi dua balita meninggal dunia
setelah divaksin polio pada tanggal 21 Oktober 2011. Sunggug mengerikan bukan? Tak
hanya kematian, imunisasi juga bisa menyebabkab kecacatan mental pada anak. Terbukti
dalam 10 tahun terakhir, jumlah
anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika
yang diimunisasi
MUI
MENGHALALKAN IMUNISASI?
Dari website resminya MUI, MUI menyatakan bahwa imunisasi hukumnya
halal dan MUI menganjurkan untuk memberikan imunisasi pada anak-anak Indonesia
agar anak Indonesia terhindar dari penyakit menular. Sebetulnya MUI sendiri
sudah mengetahui imunisasi mengandung zat haram, akan tetapi MUI tetap
menghalalkan karena alasan darurat dikarenakan tidak ditemukannya vaksin yang
betul-betul terbuat dari bahan halal.
Jika kita perhatikan, fatwa MUI menghalalkan imunisasi adalah
suatu hal yang salah karena telah menghalalkan sesuatu yang jelas-jelas haram. Ketika
MUI menyanggah dengan alasan darurat, itu adalah alas an yang tidak bisa
diterima karena pada kenyataannya ada vaksin yang menggunakan bahan yang 100
persen halal bahkan dicontohkan oleh Rasululloh.
IMUNISASI
YANG BENAR MENURUT ISLAM
Imunisasi yang benar menurut islam adalah imunisasi yang halal dan
thoyyib (baik). Selain halal, imunisasi ala Rasululloh betul-betul akan
menjadikan anak Anda sehat, cerdas dan tidak akan menimbulkan efek samping
sedikitpun. Inilah cara imunisasi yang diajarkan Rasululloh:
Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti
Abi Bakr,
Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung
Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, “Saya keluar
dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di
Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh
Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam
meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam
memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan
itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau
Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan
kepadanya.”
Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa
Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa
dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu
alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.”
dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau
SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan
kembali kepadaku.”
Tahnik adalah suatu metode yang diajarkan oleh Rasululloh, tahnik
yaitu memberikan kurma yang sudah dilumat atau dikunyah lembut oleh orang yang
beriman/sholeh atau orang tua bayi kepada bayi yang baru lahir, dengan
menempelkan ke langit-langit atas mulut bayi. Dengan metode
ini, akan mengurangi resiko kekurangan glukosa pada bayi. Selain itu, kurma
memiliki banyak mu’jizat yang memberikan efek positif.
Pemberian imun kepada bayi bisa dilakukan oleh seorang ibu dengan
cara memberikan ASI yang pertama keluar yang berwarna kuning (colostrum),
kemudian ibu harus memberikan ASI eksklusif dengan kualitas ASI yang baik. Mu’jizat
lain yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh adalah madu, karena madu adalah
obat dari segala penyakit.
Selain daripada itu, kita sebagai orang tua harus memberikan
makanan yang halal dan bergizi kepada anak-anak kita. Yang terpenting
adalah jangan sampai memberikan makanan haram sedikit pun, karena dari barang
haram itulah bisa timbul penyakit.
Sekali lagi kami tekankan dalam artikel ini bahwa vaksinasi modern
atau imunisasi memberikan dampak yang sangat membahayakan. Hanya ada dua hasil
dari anak yang diimunisasi, yaitu mati atau hidup dalam keadaan tidak sehat.
kalau ia tidak kuat terhadap virus dan bahan yang ada dalam vaksin, maka ia
akan mati. Dan jika ia kuat terhadap vaksin, maka di masa depannya ia akan
sakit-sakitan, daya tahan tubuh menurun, kecerdasan menurun dan perubahan watak
alami.
Jadi, marilah
kita kembali kepada metode sehat yang diajarkan Rasulullah SAW.
Demikian artikel
ini, semoga bermanfa'at,
Wallohu a’lam
bis showab.
Diambil dari
berbagai sumber
boleh tau, apakah anda / istri anda pernah di vaksin waktu kecil?
BalasHapusalhamdulillah tidak. anak kami pun tidak kami beri vaksin juga, dan alhamdulillah kesehatanya jauh lebih baik dari pada anak yang diberi vaksin.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapustulisan ini HOAX semua isinya.. sumber ga jelas, nama2 fiktif, nih bantahannya, dibongkar tuntas kebohongan2nya
BalasHapushttp://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/05/03/bahaya-imunisasi-telaah-tahap-i-454591.html
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/05/13/bahaya-imunisasi-telaah-tahap-ii-457001.html