Analisa ini dikemukakan oleh Mashadi, seorang wartawan
senior dari kalangan islam. Saat ini beliau menjabat sebagai pimpinan redaktor
media islam voa-islam.com.
Berikut tulisan lengkapnya:
Para perancang kebijakan strategi militer, kontra terorisme,
dan intelijen Barat skeptis dapat mengalahkan ISIS. Justru ISIS terus menyebar
dan menjadi ancaman.
Para perancang kebijakan itu, masih merasa belum cukup
dengan mengerahkan kekuatan militer, dan didukung senjata canggih. Kenyataannya
koalisi 50 negara Barat dan Arab yang sudah melakukan serangan udara terhadap
posisi ISIS di Irak dan Suriah, tak membuat gerakan ISIS menjadi lumpuh.
ISIS di tengah-tengah gempuran udara koalisi Barat dan Arab,
tidak melemah dan surut. Terus maju melakukan ekspansi ke wilayah Irak ke
perbatasan Kurdi dan mendekati Bagdad. Perdana al-Abadi memberikan sinyal tanda
'bahaya' kepada Barat, bahwa sewaktu-waktu Bagdad bisa jatuh ke tangan ISIS.
ISIS sudah berada di perbatasan Turki, mendekati ibukota
Bagdad, dan berusaha memperkuat posisinya di Suriah. ISIS mendapatkan dukungan
rakyat dan kalangan muda dari berbagai negara, yang terus membanjiri Suriah dan
Irak.
Para pemuda Muslim dari berbagai negara, mereka bergabung
dengan gerakan pembebasan, dan akan membebaskan negara-negara Islam yang
sekarang dibawah cengkeraman kafir musyrik.
Barat barangkali akan bisa membunuh lebih banyak para
pejuang ISIS. Mungkin setiap hari lebih banyak lagi para pejuang ISIS yang
terbunuh oleh serangan udara koalisi.
Mungkin serangan udara yang sangat masif dari koalisi Barat
dan Arab, bisa menghentikan gerak maju ISIS. Tapi, koalisi Barat dan Arab, tak
akan pernah memenangkan perang melawan ISIS.
Seperti pernyataan dari seorang pejuang ISIS yang berasal
dari Mesir, mengatakan bahwa para pejuang itu, lebih mencintai kematian.
Kedatangan mereka di Suriah dan Irak, bukan ingin mendapatkan kemenangan semata
dalam perang. Tapi, mereka semua bercita-cita ingin mendapatkan kemuliaan,
kelak dihadapan Rabbnya.
Koalisi Barat dan Arab itu, hanya membuang-buang waktu, dan
menghabiskan anggaran yang mereka gunakan membiayai perang yang tak akan pernah
mereka menangkan.
Koalisi Barat dan Arab bukan hanya berperang melawan
manusia, tapi melawan sebuah 'keyakinan' yang sangat dalam tertanam di setiap
pejuang dan orang-orang yang mencintai dan merindukan janji Rabbnya. Surga.
Sementara itu, orang-orang seperti Barack Obama, David
Cameron, Hollande, Angela Merkel, Tony Albott, Raja Abdullah, Abul Fattah
al-Sisi, dan para pencinta dunia akan kalah. Mereka yang bergabung dalam
koalisi, hanyalah kumpulan manusia-manusia yang selalu dirundung ketakutan akan
kehilangan kekuasaan, dan kenikmatan dunia.
Padahal, semua aksesoris dunia, pasti akan meninggalkan
mereka. Sementara para pejuang ISIS, bukanlah mencari kenikmatan dunia, yang
pasti akan berpisah. Mereka hanya berjuang ingin mendapatkan kemuliaan Rabbnya.
Kekalahan-kekalahan yang dialami Barat sudah terjadi
berulangkali. Betapapun, mereka selalu membanggakan kekuatan militer yang
dimilikinya, dan peralatan senjata yang sangat canggih. Mereka tidak pernah
memenangkan perang.
Lihatlah, Soviet kalah di Afghanistan, dan sekarang
menjelang kekalahan Amerika dan sekutunya di Afghanistan. Amerika sudah
hengkang dari Irak. Amerika tidak akan berani lagi masuk ke Irak melakukan
perang darat.
Ini membuktikan Barat dan koalisinya lemah, dan mereka tidak
pernah dapat memenangkan perang. Seperti Zionis-Israel yang kalah di Gaza
melawan Hamas.
Sekarang para ideolog jihad terkemuka, termasuk beberapa
yang bersekutu dengan Al-Qaidah, telah mendekatakan antara berbagai gerakan
jihad agar mereka beritifaq (bersatu).
Gerakan jihad yang sekarang tumbuh diberbagai negara telah
membangkitkan ghirah umat, dan kehendak mereka dalam memperjuangkan bentuk
sistem baru 'Imarah atau Daulah Islam' yang berlepas dari semua sistem
jahiliyah yang merupakan bagian dari sistem kafir musyrik yang sudah
menghancurkan dunia Islam.
Sementara itu, para pemimpin jihad terus berusaha
menyatukan kelompok-kelompok jihad yang berjihad di Irak dan Suriah
melawan Barat.
Proposal, "Sebuah Inisiatif dan Seruan untuk Gencatan
Senjata Antara Faksi-faksi di Suriah," dirilis online pada 30 September
"Karena serangan Tentara Salib pada saudara-saudara Muslim kami di Suriah
dan Irak," para ulama jihad berpendapat, mujahidin harus mengesampingkan
perbedaan mereka.
Para penandatangan yang mengusulkan 'ittifaq' (perstuan)
diantaranya: Dr Abdallah Muhammad al Muhaysini, Syaikh Abu Muhammad al Maqdisi,
Syaikh Abu Qatada al Filisášini, Syaikh Umar al Haddoushi, Syaikh Abu al Wafaa
al Tunisi, Syaikh Dr Tariq Abdul Halim, dan Syaikh Hani al Sibai.
Termasuk Abu Muhammad al Dagestani Emir Islam Emirat Kaukasus.
Para ulama jihadis itu mengatakan bahwa pengeboman yang
dipimpin AS dan Arab adalah bagian dari perang "melawan Islam, bukan
terhadap sebuah organisasi tertentu." Ini merpukan perang terhadap Islam
yang dilancarkan kaolisi Salibis yang didukung Arab munafiq.
"Kami menyerukan kepada semua faksi di Suriah dan Irak
untuk menghentikan pertikaian mereka, dan paling lambat malam Arafah [jatuh
pada 3 Oktober 2014], karena mungkin Allah yang maha tinggi akan menurunkan
belas kasihan-Nya atas Suriah dan rakyatnya dalam doa banyak Muslim pada hari
besar tersebut".
Kehancuran Barat dan Arab yang menjadi pendukung kafir
musyrik itu, sudah di depan mata. Mereka yang didukung peralatan militer dan
pasukan yang besar, tidak akan dapat membunuh keyakinan yang sudah tertanam di
setiap dada mujahid yang menginginkan kemerdekaan, kedaulatan dan terwujudnya
sistem Islam, yaitu Khilafah Rabbaniyah.
Para pejuang Islam yang sekarang berada di berbagai belahan
bumi Islam itu, mereka menolak sistem dajjal dan sekuler yang sekarang sudah
membuat seluruh umat manusia menjadi nista dan hina. Diperbudak oleh materi dan
hawa nafsu.
Kafir musyrik itu, tak ubahnya seperti 'binatang ternak',
dan kehidupan mereka tidak berarti lagi.
Kekuatan militer dan pasukan yang jumlahnya besar dari
koalisi Barat, hanyalah menjadi pelindung penguasa-penguasa yang sudah menjadi
budak hawa nafsu, keserakahan dan ketamakan atas dunia, dan telah menimbulkan
mala-petaka di mana-mana.
Mereka kumpulan manusia yang mencintai dunia, takut mati,
dan pasti akan kalah. Wallahu'alam.
Penulis:
Sumber:
Voa-islam.com.
0 comments
Posting Komentar