Debat ini antara pendukung fanatik Jokowi atau jokower dengan Rakyat Indonesia yang sedang tertindas akibat kebijakan pemerintah yang tidak pro Rakyat. Jokower ngotot atas kebenaran Nasi bungkusnya sementara Rakyat mengungkapkan fakta yang memang benar apa adanya.
Jokower:
"Kagak milih kok nagih janji tong"
Rakyat:
"Wong Aku nggak milih jokowi kok Aku ikut merasakan dampak dari kebijakan jokowi yang menyengsarakan tong, cobalah bikin pengumuman seperti berikut ini:
PENGUMUMAN! BAHWA KENAIKAN SEMUA BARANG DAN JASA HANYA DIKHUSUSKAN KEPADA PENDUKUNGNYA PAK JOKOWI-JK, YANG TIDAK MENDUKUNG TERUTAMA GOLPUT DAN PENDUKUNG PRABOWO DIHARAMKAN MENGIKUTI KENAIKAN SEMUA HARGA BARANG DAN JASA. GOLPUT DAN PENDUKUNGNYA PRABOWO HARUS MENGIKUTI HARGA/TARIF LAMA DAN TIDAK BERHAK MENANGGUNG AKIBAT DARI KEBIJAKAN PAK JOKOWI YANG MENYENGSARAKAN RAKYATNYA .
Jokower:
"Masak NGGAK MAKAN NANGKANYA HARUS TERKENA GETAHNYA TONG"? "Emang apa yang sudah kalian berikan kepada negara?".
Rakyat:
"Lha emang apa yang sudah negara berikan kepada rakyatnya tong, kagak becus memimpin kok nagih ke rakyat?"
"Saya sudah bayar pajak dan menghasilkan devisa negara, lha apa yang jokowi telah berikan ke rakyatnya, terutama pendukungnya, sudahkah menerima sebungkus nasi kotak-kotak?!".
Jokower:
"Kalian hanya pandai mengkritik dan menghujat tanpa memberikan solusi".
Rakyat:
" Bukankah presiden dan bawahannya di bayar oleh rakyat untuk bekerja. Rakyat bayar pajak dan menghasilkan devisa untuk membayar pemerintah supaya kerja dan kerja memberikan service dan solusi ke rakyatnya. Buat apa ada presiden dan menteri kalau tidak mampu memberikan solusi? Apakah harus menuntut rakyat melulu untuk memberikan solusi tong? Kalau tak mampu menjadi pemain jangan menyalahkan penonton karena tidak memberikan solusi, aneh bukan?! Kalau mau minta solusi ke rakyat, cobalah jokowi bikin acara semacam KELOPENCAPIR zamannya pak Harto, berani kagak?!. Kalau menyadari tidak mampu dalam uji nyali, tolong lambaikan tangan. Kalau sudah menyerah, tolong lambaikan kain putih, faham tang ting tong kosong?".
Jokower:
"Inilah Indonesia, kapan majunya kalau rakyatnya hanya pintar mengkritik pemerintah, ayo kerja-kerja jangan mengeluh aja kerjanya".
Rakyat:
"Kapan majunya Indonesia jika rakyatnya cuma diam membisu ketika melihat kesalahan demi kesalahan para pemimpinnya. Kapan majunya Indonesia jika rakyatnya sangat bangga dan menyanjung-nyanjung para pemimpinnya yang telah menipu serta mendustainya.
Hanya rakyat bodoh yang bangga jika di tipu. Di negara berkembang dan maju rakyatnya bebas mengkritik ke pemerintahannya, bahkan di Malaysia Perdana Menteri dan isterinyapun tidak luput dari TROLL di facebook, twitter maupun blog. UMNO dan BARISAN NASIONAL (BN) selaku kelompok pemerintahpun selalu mendapat kritikan, hujatan serta ejekan. Jadi APAKAH MANUSIA SEKELAS JOKOWI-JK TIDAK BOLEH DI KRITIK DAN DI HUJAT, SEDANGKAN SEORANG NABI DAN RASULPUN TIDAK LUPUT DARI CELAAN, INTIMIDASI serta ANCAMAN PEMBUNUHAN. Kalau memang jokowi selalu salah, masak Kita harus menilainya betul dan benar. Kalau nyatanya plonga-plongo main tanda tangan dan baca teks saja masak rakyatnya di suruh menilai jokowi sangat cerdas, kan lucu tong. Kalau nyatanya jokowi pintar mengobral janji tanpa di tepati, masak rakyatnya harus menilai jokowi amanah dan pemimpin yang menepati janji, kan jelas menipu diri sendiri bukan?!. Kalau faktanya jokowi menggampangkan segala urusan kemudian jika mentok akan bilang BUKAN URUSAN SAYA, masak rakyatnya di suruh menilai jokowi telah MEMBERIKAN SOLUSI DAN BERTANGGUNG JAWAB, jadi mengapa harus menipu diri sendiri serta BUTA MATA DAN HATI. Jika sikapnya cerdas, kebijakannya betul dan dia bukan boneka, tentu alangkah baiknya di dukung".
"Wahai jokower, rakyat sudah bekerja dan bekerja keras sampai menjadi kuli bahkan menjadi pengemis, tetapi idolamu hanya bekerja untuk menyusahkan rakyatnya, idolamu hanya bekerja untuk simboknya, temannya dan partainya. Sebuah group dagelan yang pintar menipu rakyat dengan menjual jargon SEDERHANA DAN PARTAI WONG CILIK demi melariskan jualan politik di masa kampanye, INIKAH YANG DINAMAKAN KERJA UNTUK RAKYAT???"
Jokower:
"Orang yang tidak bisa menghargai dan menghormati pemimpinnya biasanya adalah orang-orang yang tidak bisa menerima kekurangan diri sendiri. Hidupnya pahit dan menyedihkan, karena dalam hidupnya yang di lihat adalah cela orang lain tanpa melihat dirinya sendiri yang mungkin lebih menyedihkan dari orang lain yang dia maksud".
Rakyat:
"Uraian kalimat Anda memang benar, tetapi tidak pada tempatnya. Jika tidak mau di tonton dan di bayar oleh para penonton, berhentilah jadi pemain. Kritikan itu adalah obat, pujian adalah racun. Orang di hargai dan di hormati dari hasil karyanya, apalagi seorang pemimpin, bukan dari pencitraan atau rekayasa survey. Haruskah Saya terus memuji WOW GITU ketika melihat pemimpin terus melakukan kesalahan dan menggampangkan masalah?. Ketulusan seorang pemimpin akan nampak pada actionnya, bukan saat pukul gong. Jadi hujatan atau pujian adalah hasil kiprah seseorang".??
Jokower:
"Yakin kalau si duda Wowo yang jadi presiden bakal lebih baik dari pak Jokowi wahai pengikut kuda?".
Rakyat:
"Bisa iya bisa tidak, tetapi seorang calon presiden bisa di lihat kemampuan atau kecerdasan serta pengalamannya, bukan modal janji-janji, dukungan asing dan Ah Sheng, pencitraan serta blusukan. Masalah status duda bukan menjadi penghalang. Perdana Menteri Rusia juga duda, tetapi mengapa mampu memimpin Rusia dengan baik jika dibandingkan dengan jokowi yang memiliki isteri tetapi di setir oleh seorang janda tua yang kemaruk akan kekuasaan, bukankah yang demikian ini menjadikan pak Jokowi menjadi BONEKA, kasimin betul bukan tidak PeDe namun di PeDe-PeDekan hahaha...Kalaupun Pak Prabowo lebih buruk dari si BONEKA, tidak ada salahnya Anda mengawasi, mengkritik maupun menghujat, sebab itu juga kerja Anda meskipun Anda sudah menggaji pemerintah. Masalah Negara bukan hanya kerja pemerintah saja bukan?!. Karena itu sebagai rakyat juga memiliki kerja untuk mengawasi pemerintah jika kebijakannya salah, membahayakan dan menyengsarakan negara serta rakyatnya. Saya yakin pak Prabowo akan senang hati menerima saran dan kri ikan Anda, semoga komentar Anda lebih cerdas dan mencerminkan anak yang berpendidikan".
Jokower:
"Kalian ini belum move on, barisan sakit hati, nyinyir aja kerjanya".
Rakyat:
"Bener tong, PDIP dan cikal bakal JASMEV ketika menjadi oposisi nyinyir melulu ke pemerintah sampai membawa kerbau ke Bundaran HI tanpa memberikan solusi, menyampah sekali bukan?. Giliran memegang jabatan PDIP RAKUS BANGET KALAU NYOLONG (KORUPSI) DUIT RAKYAT YUAAAA...BRENGSET BENER TUH SAMPAI JUARA 1 DALAM MALINGNYA. Oh iya jangan stres dan sakit hati kalau idola Anda di kritik dan di hujat. Entar kalau diberikan gula melulu jokowi bisa kencing manis tong, terimalah fakta walaupun pahit tong".
Jokower:
"Ya sudah pindah ke negara lain saja tong kalau kagak suka ma pak jokowi".??
Rakyat:
"Emang ini negara milik jokowi dan jokower? Sejak kapan? Mana sertifikatnya tong, enak aja loe ngusir orang di tanah leluhur sendiri, dasar otak o'ot".
Jokower:
"Bukan mudah mengurus negara, kalian hanya pandai mengkritik doank, mending kalian yang nyalon jadi presiden saja"
Rakyat:
"Lah dulu jokowi pernah bilang GAMPANG, MUDAH, DANANYA ADA TINGGAL MAU KERJA APA TIDAK. Sekarang jokower kok bilang TIDAK MUDAH bahkan menawari jabatan ke KMP ketika gerombolan KIH tidak becus mengelola negara. Kapal sudah terombang-ambing baru minta tolong rival atau saingannya wkakakakaka..klusu-klusu batok ni namanya. Sudahlah lambaikan tangan ke kamera saja kalau memang takut ada hantu tong, jangan sampai pipis di celana".??
(Sumber: Jejaring Sosial)
Headline
Waspada, Obat-obatan Cina ini Terbuat dari Bankai Bayi Manusia!
KOREA SELATAN - Ribuan obat selundupan yang berasal dari Cina ditemukan di Korea Selatan, obat-obat itu berupa obat penyembuh segala macam p...
15 Juli, 2015
Debat Panas Antara Pendukung Jokowi dengan Rakyat Pribumi
Share!
Artikel Terkait :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Terbaru
Terpopuler
-
Kanker payudara merupakan penyakit yang paling menakutkan bagi kaum perempuan saat ini. Menurut data Globocon 2012, sambung Niken, diperkira...
-
Menjelang Natal pusat-pusat perbelanjaan selalu ramai dengan pernak-pernik Natal. Bahkan, sejak awal bulan Desember pohon natal dengan hiasa...
Diberdayakan oleh Blogger.
0 comments
Posting Komentar