Keputusan memilih keluar negeri tersebut setelah tidak adanya kejelasan status teknologi penemuannya itu di Indonesia.
Bahkan, penemuan teknologinya yang telah diakui dunia tersebut disepelekan oleh pemerintah Indonesia sendiri. Dikutib dari viva news: “Hasil evaluasi tim review yang terdiri atas Kemenkes, Kemenristekdikti, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), KPKN (Komite Penanggulangan Kanker Nasional), menunjukkan bahwa ECCT belum bisa disimpulkan keamanan dan manfaatnya,” ujar pelaksana tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Tritarayati, di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu 3 Februari 2016.
"ECCT belum bisa disimpulkan keamanan dan manfaatnya", sebuah alasan yang tak ber-moral dari mafia kelas kakap di negeri ini. Padahal jelas terbukti banyak penderita kanker sembuh setelah menggunakan teknologi penemuan Warsito ini. Bukan hanya dalam negeri, dunia pun mengakui!
Baca Juga:
Cara Kerja Alat Pemusnah Kanker Warsito
Seluruh Dunia Menunggu Warsito
Setelah dibuang dari Indonesia, kini Warsito mengawali berbagi pelatihan teknologi antikanker penemuannya di Warsawa, Polandia.
Setelah menggelar pelatihan di Polandia, ilmu teknologi antikanker Warsito sudah ditunggu-tunggu di Kanada, AS, Australia, Singapura, Malaysia, Sri Lanka, Rusia, Dubai, Arab Saudi, India, bahkan seluruh dunia sudah mengantri, kecuali di Indonesia.
Sepertinya Indonesia tidak cocok ditempati orang-orang pintar seperti Warsito. Mungkin hanya cocok dihuni para mafia, koruptor, perampok, gali, begal, dmaling rakyat, pejudi, pelacur dan sebagainya. (A)

0 comments
Posting Komentar