Segala sesuatu yang berhubungan dengan ibadah dalam Islam
tentunya harus dilandasi dalil yang bersumber dari AlQur'an dan Assunah, ketika
kita mengaku sebagai ummat Nabi Muhammad SAW. Jika tidak, maka bisa jadi ibadah
kita tidak diterimah oleh Allah SWT.
Nah, sehubungan dengan tahlilan dan yasinan yang menjadi
kebiasaan orang-orang Indonesia tersebut apakah ada dalilnya?? Berikut lengkap
dalil tahlilan dan yasinan:
Sedikit-sedikit minta dali, sedikit-sedikit minta dalil,..
Ini dalil tahlilan/maulidan/yasinan/7 bulanan/selamatan,..
1. Dalil pengkhususan waktu selamatan kematian (1 hari, 3
hari, 40 hari dan seterusnya).
“Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama,
ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu" (Kitab Manawa Dharma Sastra Weda
Smerti hal. 99, 192, 193).
Perintah penyembelihan hewan pada hari tersebut:
“Tuhan telah menciptakan hewan untuk upacara korban, upacara
kurban telah diatur sedemikian rupa untuk kebaikan dunia.”
(Kitab Panca Yadnya hal. 26, Bagawatgita hal. 5 no. 39).
Perkataan Ulama:
“Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang
Jawa hari ke 1, 7, 40, 100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu”
(Ida Bedande Adi Suripto laknatullah 'alaihi,lihat kitab
“Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa”).
2. Dalil selamatan (kenduri/kenduren):
“Sloka prastias mai pipisatewikwani widuse bahra
aranggaymaya jekmayipatsiyad aduweni narah”. “Antarkanlah sesembahan itu pada
Tuhanmu Yang Maha Mengetahui”.
Yang gunanya untuk menjauhkan kesialan"
(Kitab sama weda hal. 373 no.10).
a. Dewa Yatnya (selamatan) Yaitu korban suci yang secara
tulus ikhlas ditujukan kepada Sang Hyang Widhi dengan jalan bakti sujud memuji,
serta menurut apa yang diperintahkan-Nya (tirta yatra) metri bopo pertiwi.
b. Pitra Yatnya Yaitu korban suci kepada leluhur (pengeling-
eling) dengan memuji yang ada di akhirat supaya memberi pertolongan kepada yang
masih hidup.
c. Manusia Yatnya Yaitu korban yang diperuntukan kepada
keturunan atau sesama supaya hidup damai dan tentram.
d. Resi Yatnya Yaitu korban suci yang diperuntukan kepada
guru atas jasa ilmu yang diberikan (danyangan).
e. Buta Yatnya Yaitu korban suci yang diperuntukan kepada
semua makhluk yang kelihatan maupun tidak, untuk kemulyaan dunia ini.
(kitab Siwa Sasana hal. 46 bab ‘Panca maha yatnya’ dan pada
Upadesa hal. 34).
Apa Dasar yang Lain dalam Hindhu,..?
Rukun Iman Hindhu (PANCA SRADA) yang harus diyakini umat
hindu:
1. Percaya adanya sang hyang widhi.
2. Percaya adanya roh leluhur.
3. Percaya adanya karmapala.
4. Percaya adanya smskra manitis.
5. Percaya adanya moksa.
PANCA SRADA punya rukun, yaitu:
1. PANCA YAJNA (artinya 5 macam selamatan).
a. Selamatan DEWA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada Ida
Sang Hyang Widhi Wasa atau biasa dikenal orang dalam istilah dengan,” memetri
bapa kuasa ibu pertiwi “).
b. Selamatan PRITRA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada
Leluhur).
c. Selamatan RSI YAJNA (selamatan yang ditujukan pada guru
atau kirim do’a yang ditujukan pada Guru, biasanya di punden/ndanyangan ).
Kalau di kota di namakan dengan nama lain yaitu “Selametan Khaul” memperingati
kiyainya/gurunya &semisalnya , yang meninggal dunia.
d. Selamatan MANUSIA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada
hari kelahiran atau dikota disebut “Ulang Tahun” ).
e. Selamatan BUTA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari
kebaikan ), misalnya kita ambil contoh biasanya pada beberapa masyarakat islam
(jawa) melakukan selamatan hari kebaikan pada awal bulan ramadhan yang disebut
“selamatan Megengan”.
Akibat yang tidak di Selameti dalam Keyakinan Hindhu, yaitu:
Buka dalilnya Di Kitab Suci Umat Hindhu di dalam Kitab
SIWASASANA HALAMAN 46-47 CETAKAN TAHUN 1979. Bagi yang tidak mau selamatan
mereka di peralina hidup kembali dalam dunia bisa berwujud menjadi hewan atau
bersemayam di dalam pohon, makanya kalau anda ke Bali banyak pohon yang dikasih
kain-kain dan sajen-sajen itu, karena mereka meyakini roh nya ada dalam pohon
itu, dan bersemayam dalam benda-benda bertuah misal keris dan jimat, di hari
sukra umanis (jum’at legi) keris atau jimat di beri bunga&sajen-sajen.
Dewa Asura akan marah besar jika orang tidak mau melakukan
selamatan maka dewa asura akan mendatangkan bala/bencana & membunuh manusia
yang ada di dunia.
Dewa Asura atau dikenal dalam masyarakat dengan nama Bathara
Kala, anak ontang anting harus diruwat (ritual dengan selamatan dan sajen)
karena takut batharakala, sendhang kapit pancuran (anak wanita diantara kedua
saudara kandung anak laki-laki) diruwat karena takut batharakala, rabi ngalor
ngulon merga rawani karo betharakala (nikah tidak boleh karena rumahnya menghadap
utara dan barat, karena takut celaka ).
Akibat yang di Selameti dalam Keyakinan Hindhu, yaitu:
Dalam keyakinan hindu bagi yang mau selamatan maka mereka
langsung punya tiket ke surga.
2. Nasi Tumpeng
Konsep dalam agama hindu: dalam kitab Manawa Dharma Sasra
Wedha Smrti, Bagi Orang yang Berkasta Sudra (Kasta yang Rendah) yang Tidak Bisa
Membaca Kalimat
Persaksian:
Hom Suwastiasu Hom Awi Knamastu Ekam Eva Adityam Brahman,
Bagi yang Tidak Bisa Mengucapkan Kalimat dalam Bahasa Sansekerta di atas
Sebagai Penggantinya Mereka Cukup Membuat Tumpeng, Bentuknya adalah Segitiga,
Segitiga yang dimaksud adalah Trimurti (Shiwa, Vishnu, Brahma = Brahman)
Artinya Tiga Manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Umat Hindgu Mengatakan
Barangsiapa yang Membuat Tumpeng maka Dia Sudah Beragama Hindhu.
Dikitab BAGHAWAGHITA di jelaskan TUHAN nya orang hindu lagi
minum dan ditengahnya ada tumpeng, dan di depan dewa brahma ada sajen-sajen.
3. Ketika ada yang Meninggal
Pemberangkatan mayat diwajibkan dipamitkan di depan rumah
lalu beberapa sanak keluarga akan lewat di bawah tandu mayat (tradisi
brobosan), karena umat hindu meyakini brobosan sebagai wujud bakti pada orang
tua dan salam pada dewa, dalam hindu mayat di tandu lalu diatasnya diberi
payung, pemberangkatan mayat menggunakan sebar/sawur bunga, uang logam, beras
kuning, dll, lalu bunga di ronce (dirangkai dengan benang)lalu di
taruh/dikalungkan di atas beranda mayat. Hindu meyakini :
a. Bunga warna putih mempunyai kekuatan dewa brahma.
b. Bunga warna merah mempunyai kekuatan dewa wisnu.
c. Bunga warna kuning mempunyai kekuatan dewa siwa.
Umat hindu berkeyakinan bunga itu berfungsi sebagai
pendorong do’a (muspha/trisandya) dan pewangi.
4. Ketupat
Di dalam hindu roh anak menjelang hari raya pulang ke rumah,
sebagai penghormatan orang tua kepada anak, maka biasanya hindu setelah hari
raya di pasang kupat diatas pintu dan di bagi-bagikan tetangga.
Dengan penjelasan diatas maka teranglah bahwa ritual-ritual
itu bukanlah sesuatu yang baru (bid'ah) dalam agama hindu, dikatakan bid'ah
apabila itu dikerjakan oleh umat islam dan dianggap bagian dari ajaran islam.
Seperti yang kita ketahui agama islam lahir ribuan tahun setelah adanya agama
hindu tersebut. Hanya saja beberapa "Orang Hindu" itu menggunakan
kalimat TAHLIL (Laa ilaha illallah) atau membaca surat YASIN pada ritual-ritual
tersebut. Jadilah serupa tapi tak sama dengan ajaran islam. Islam tidaklah
mengenal ritual-ritual tersebut, tidak ditemukan dalilnya baik didalam Alqur'an
Al hadits maupun ijma' para sahabat. meminjam istilah fiqih "laukana
khairan Lasabaquunaa ilaihi" (kalaulah seandainya perbuatan/amal itu baik,
tentulah para sahabat mendahului kita mengerjakannya).
Islam adalah agama yang sempurna, tidak perlu lagi
ditambah-tambahi dengan syari'at baru, bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam mewasiatkan kepada kita agar menjauhi bid'ah dalam sabdanya:
“Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua
perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah merupakan
kesesatan”.
(HR Abu Dawud, no. 4607; Tirmidzi, 2676; Ad Darimi; Ahmad;
dan lainnya).
“Sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah kitabullah,
sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk muhammad sholullah alaihi wasalam,
sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah
bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka”
(HR Abu dawud , an-Nasa’i, Ahmad).
Kita tentu tak mau agama kita yang mulia ini mengalami nasib
serupa seperti agama-agama samawi lainnya (Yahudi dan Kristen) dimana alasan
adat budaya telah mengambil alih dalil-dalil utama kitab suci sendiri. Karena
alasan menghormati leluhur dan budaya lokal.
Allah azza wajalla telah memperingati kita dalam firmanNya:
”Dan apabila dikatakan kepada mereka :”Ikutilah apa yang
telah diturunkan Allah”. Mereka menjawab :”(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti
apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. Apakah mereka
akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu
apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (Qs. Al-Baqarah:170).
Allah juga berfirman:
“Dan janganlah kamu mencampuradukka n Kebenaran dengan
Kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran sedangkan kamu
mengetahuinya” (Qs. Al-Baqarah:42).
Allah menyuruh kita untuk tidak boleh mencampuradukkan
ajaran agama islam (kebenaran) dengan ajaran agama Hindu (kebatilan) tetapi
kita malah ikut perkataan manusia bahwa mencampuradukkan agama itu boleh, Apa
manusia itu lebih pintar dari Allah?
Selanjutnya Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam
secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan.
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”. (Qs. Al-Baqarah:208).
Allah menyuruh kita dalam berislam secara kaffah
(menyeluruh) tidak setengah-setengah. Setengah Islam setengah Hindu...!!
Sumber:
Diambil dari Khasanah trans7.
BISMILLAHIRROMANIR ROHIM
BalasHapusPada status ini aku ingin membuka mata semua orang dan membongkar kedustaan dan fitnah yang selama ini menuduh tahlilan berasal dari Hindu, aku membuktikan dengan mengecheck kitab weda langsung, ada 4 kitab veda/weda yang aku pegang baik yang berbahasa sanskerta maupun yang udah ditranslate ke dalam bahasa Inggris.
Kitab itu terdiri dari RIG VEDA/WEDA, ARTHA VEDA/WEDA, SAMHITA SAMA VEDA/WEDA, DAN YAJUR VEDA, selain itu aku memegang file pdf lainnya sebagai penunjang dan rujukan diantaranya mahayana upanishad , holy baghavatgita/bagawat gita.
Kelompok salafi wahabi menuduh TAHLILAN berasal dari hindu dengan dalil-dalil yang diambil dari kitab hindu , dan benarkah demikian ?? BAIKLAH mari kita buktikan , aku akan buktikan sendiri bahwa tuduhan itu adalah dusta dan teramat keji !!!
Terkait tuduhan mereka tentang perkara ini :
TUDUHAN & FITNAH KE-1
Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193 yang berbunyi : “ Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu .”
JAWABAN & BANTAHAN :
Kitab manawa darma bukan kitab VEDA/WEDA, dan kalimat itu bukan dari kitab weda ataupun dalil dari ayat weda , melainkan kitab Sastera yang ditulis oleh salah satu pendeta Hindu yang dicetak dan diterbitkan pada tahun 1983, Kalaulah kalimat tersebut dari kitab Weda maka bagaimana bunyi bahasa sanskertanya ?? Mana bukti scan kitab atau screenshoot kitab wedanya ??? sebagai bukti di INDIA yang notabenenya hampir sebagian besar beragama Hindu tidak mengetahui tentang hari, 1,3, 7, 40 sebab orang HINDU wafat tidak ada yang DIKUBUR melainkan DIBAKAR , selain itu di Maroko yang notabenenya beragama ISLAM dan tidak satupun beragama Hindu dan tidak pernah dijajah/diduduki Hindu sudah lebih dulu mempraktekkan dan membiasakan amaliah mendo’akan/tahlilan.
Sebenarnya kalimat “termashur” ini terjadi berkaitan dengan sejarah lampau, tatkala walisongo berhasil mengISLAMkan sebagian besar masyarakat NUSANTARA yang dulunya beragama HINDU, TAHLILAN yang merupakan mendo’akan saudara sesama muslim yang meninggal yang praktiknya berdasarkan dalil sebuah hadist mulai dijalankan para wali dan pengikutnya yang dulunya beragama HINDU, hal ini menarik minat sebagian masyarakat HINDU yang masih memegang kepercayaannya, kemudian sebagian masyarakat HINDU ini mulai meniru apa yang dilakukan para walisongo dan pengikutnya, walhasil hal itu menjadi kebiasaan dan tradisi yang populer dan mashur terkenal baik dikalangan UMMAT ISLAM maupun UMMAT HINDU, hanya saja ummat hindu menyebutnya dengan istilah “SELAMATAN/ KENDURI”. Sebab sejak dahulu ummat hindu gemar melakukan perayaan dan pesta, sedangkan ummat ISLAM menyebutnya TAHLILAN atau takziah silaturrahim mendo’akan si ahli kubur
Karena masyarakat HINDU mulai banyak melakukan hal itu maka tercetuslah kalimat “Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu. ” dalam kitab sastera manawa dharma, kebiasaan Muslim yang ditiru ummat HINDU sendiri sudah menjadi populer dan termashur, dan ummat HINDU menganggap itu sebagai DHARMA atau kebaikan yang patut ditiru, jadi HINDU lah yang meniru ajaran/ tradisi ISLAM yang dibawakan dan didakwahkan para Wali, bukan ISLAM yang meniru ajaran HINDU.
TUDUHAN & FITNAH KE-2 :
BalasHapusTerkait tuduhan mereka tentang perkara ini :
Ketahuilah bahwa TIDAK AKAN PERNAH ANDA TEMUKAN DALIL DARI AL-QUR’AN & AS-SUNNAH/hadits shahih TENTANG PERINTAH MELAKUKAN SELAMATAN, bahkan hadits yang dhoif (lemah)pun tidak akan anda temukan ,akan tetapi kenyataan dan fakta membuktikan bahwa anda akan menemukan dalil/dasar selamatan,dkk, justru ada dalam kitab suci umat Hindu, COBA ANDA BACA SENDIRI DALIL DARI KITAB WEDHA (kitab suci umat hindu) DIBAWAH INI:
a. Anda buka kitab SAMAWEDHA halaman 373 ayat pertama, kurang lebih bunyinya dalam bahasa SANSEKERTA sebagai berikut:
PRATYASMAHI BIBISATHE KUWI KWIWEWIBISHIBAHRA ARAM GAYAMAYA JENGI PETRISADA DWENENARA .
ANDA BELUM PUAS, BELUM YAKIN, ???
b. Anda buka lagi KITAB SAMAWEDHA SAMHITA BUKU SATU,BAGIAN SATU,HALAMAN 20. Bunyinya :
PURWACIKA PRATAKA PRATAKA PRAMOREDYA RSI BARAWAJAH MEDANTITISUDI PURMURTI TAYURWANTARA MAWAEDA DEWATA AGNI CANDRA GAYATRI AYATNYA AGNA AYAHI WITHAIGRANO HAMYADITAHI LILTASTASI BARNESI AGNE .
Di paparkan dengan jelas pada ayat wedha diatas bahwa lakukanlah pengorbanan pada orang tuamu dan lakukanlah kirim do’a pada orang tuamu dihari pertama, ke tiga, ke tujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu (1000 harinya).
JAWABAN & BANTAHAN :
BalasHapusBaik mari kita buktikan dan kita periksa/check dan richeck , silakan anda kunjungi ini dan download kitab sama veda/weda Yang berbahasa sanskerta http:// is1.mum.edu/vedicreserve/sama_veda.htm , Yang sudah ditranslate kedalam bahasa inggris http:// www.ishwar.com/hinduism/holy_sama_veda/
1. Kitab sama veda/weda yang berbahasa sanskerta berjumlah tidak sampai 300 halaman , jumlah halaman mencapai 257 halaman, jadi mana mungkin ada halaman ke 373 (silakan anda lihat dan check kitab sama veda/ weda berbahasa sanskerta yang telah anda download)
2. Kitab sama veda/weda terdiri dari 2 buku , adapun kalimat “PRATYASMAHI BIBISATHE KUWI KWIWEWIBISHIBAHRA ARAM GAYAMAYA JENGI PETRISADA DWENENARA” , kalimat ini tidak ada ditemukan dalam kitab sama veda/weda berbahasa sanskerta, kalaulah kalimat itu berasal dari bahasa sanskerta mengapa tidak ditranslate artinya ke dalam bahasa indonesia ?? atau minimal di translate ke dalam bahasa inggris ???? Artinya itu adalah kalimat rekayasa yang dibuat-buat
3. Pada buku satu chapter/bagian 1 ayat 1 dalam kitab sama veda/weda yang sudah ditranslate ke dalam bahasa inggris berbunyi :
“1. Come, Agni, praised with song, to feast and sacrificial offering: sit As Hotar on the holy grass!”
yang artinya ketika kami coba translate semampu kami
“1. Ayo datanglah agni, memuji dengan lagu , untuk pesta dan persembahan korban : duduk Sebagai Hotar di atas rumput suci !”
4. Pada kitab sama veda/weda buku satu chapter/bagian 1 ayat 1 sama sekali tidak berbunyi kalimat untuk melakukan pengorbanan untuk orang tua dan hadiahkan kirim do’a pada orang tua , dan tidak menyinggung tentang hari pertama, ke tiga, ke tujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu (1000 harinya) dan tidak menyinggung atau menyebutkan angka apapun
5. pada kitab sama veda/weda buku satu halaman 20, tidak ditemukan kalimat yang berbunyi :
“PURWACIKA PRATAKA PRATAKA PRAMOREDYA RSI BARAWAJAH MEDANTITISUDI PURMURTI TAYURWANTARA MAWAEDA DEWATA AGNI CANDRA GAYATRI AYATNYA AGNA AYAHI WITHAIGRANO HAMYADITAHI LILTASTASI BARNESI AGNE . ”
kalaulah kalimat itu berasal dari kitab sama veda/weda HINDU mengapa mereka tidak mentranslatenya? atau minimal mentranslatenya ke dalam bahasa inggris?? dan mengapa mereka tidak menunjukkan bukti scan kitab atau screenshootnya ???.
6. Pada kitab sama veda/weda buku satu bagian 1 halaman 20 didapati bunyi kalimat yang saya lampirkan dalam screenshoot berbahasa sanskerta dan yang sudah ditranslate berbahasa inggris, dan terbukti tidak ada satu butir ayat ataupun kalimat yang menyatakan kalimat untuk melakukan pengorbanan untuk orang tua dan hadiahkan kirim do’a pada orang tua , dan tidak menyinggung tentang hari pertama, ke tiga, ke tujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu(1000 harinya) dan tidak menyinggung atau menyebutkan angka apapun.
TUDUHAN & FITNAH KE-3 :
BalasHapusTerkait tuduhan mereka tentang TAHLILAN berdasarkan dalil ini :
Perintah penyembelihan hewan pada hari tersebut:
“Tuhan telah menciptakan hewan untuk upacara korban, upacara kurban telah diatur sedemikian rupa untuk kebaikan dunia.” (kitab Panca Yadnya hal. 26, Bagawatgita hal. 5 no. 39).
JAWABAN & BANTAHAN :
Ketika aku memeriksa dan mengecheck langsung bagawatgita no. 39 yang sudah ditranslate ke dalam bahasa inggris maka didapati bunyi kalimatnya :
39 With the destruction of dynasty, the eternal family tradition is vanquished, and thus the rest of the family becomes involved in irreligion.
dan ketika kami mencoba menstranslatenya ke dalam bahasa indonesia, Artinya :
39. Dengan kehancuran dinasti, tradisi keluarga yang
telah berakar hilang, dan dengan demikian seluruh keluarga terpengaruh dalam irreligion (keluar dari agama)
Maka berdasarkan bunyi kalimat bagawatgita no. 39 dapat diketahui ayat/dalil tersebut tidak menceritakan tentang penyembelihan hewan kurban melainkan tentang hancurnya dinasti kerajaan yang diturunkan turun temurun dimana keluarga dinasti tersebut beserta pengikutnya telah terpengaruh irreligion (keluar dari agama)
Jika kita kaitkan maka kita akan teringat hadist NABI SAW tentang orang – orang yang keluar dari agamanya tanpa sadar sebagaimana melesatnya anak panah dari busur , orang-orang ini adalah yang terpengaruh faham dinasti kerajaan yang telah menghancurkan ke KHALIFAHAN ISLAM dulunya.
TUDUHAN & FITNAH KE-4 :
BalasHapusTerkait tuduhan dan fitnah mereka tentang ini :
2.Dalil selamatan (kenduri/kenduren):
Sloka prastias mai pipisatewikwani widuse bahra aranggaymaya jekmayipatsiyad aduweni narah”.
“Antarkanlah sesembahan itu pada Tuhanmu Yang Maha Mengetahui”. Yang gunanya untuk menjauhkan kesialan” (kitab sama weda hal. 373 no.10).
JAWABAN & BANTAHAN :
Seperti yang saya jelaskan dan sebutkan diatas Kitab sama veda/weda yang berbahasa sanskerta berjumlah tidak sampai 300 halaman , jumlah halaman mencapai 257 halaman, jadi mana mungkin ada halaman ke 373 , jika yang dimaksud kitab sama weda buku satu chapter/ bagian satu no. 10 maka didapati bunyi ayat/kalimatnya yang sudah ditranslate ke dalam berbahasa Inggris berbunyi :
10. O Agni, bring us radiant light to be our mighty succour, for Thou art our visible deity!
Ketika kami mencoba menstranlatenya semampu kami maka didapati, artinya :
10. O Agni, membawa kita cahaya bersinar menjadi bantuan perkasa kami, untuk Engkau Tuhan kami terlihat!
Jadi jelas kalimat “Sloka prastias mai pipisatewikwani widuse bahra aranggaymaya jekmayipatsiyad aduweni narah”. adalah dalil/ayat yang dibuat-buat dan direkayasa !!!
saya mencoba meneliti dan menyelidiki kalimat ““Antarkanlah sesembahan itu pada Tuhanmu Yang Maha Mengetahui” darimanakah kalimat ini berasal dan setiap kali saya berulang-ulang memikirkan kalimat itu saya merasa tidak asing dengan kalimat itu , lalu tiba-tiba saya teringat kisah NABI ADAM A.S yang hendak menikahkan kedua putranya Habil dan Qabil dengan cara pernikahan silang, Qabil yang merasa tidak terima keputusan ayahnya yang dinilai tidak adil akhirnya mengajukan keberatannya dan menganggap keputusan NABI ADAM A.S bukan semata-mata atas petunjuk ALLAH melainkan karena lebih sayangnya NABI ADAM A S dengan HABIL, akhirnya NABI ADAM A.S menyuruh kedua putranya untuk mempersiapkan QURBAN (persembahan) agar ALLAH SWT yang maha mengetahui memberikan keputusan kepada mereka berdua, setelah keduanya mempersiapkan qurban/sesembahan masing-masing maka berkatalah NABI ADAM A.S kepada kedua putranya “antarkanlah qurban/sesembahan itu pada TUHAN YANG MAHA MENGETAHUI” , lalu kemudian qurban/sesembahan itu ditaruh dan ditempatkan di atas bukit/gunung (tempat yang tinggi) , HABIL yang baik hati mempersembahkan qurban yang terbaik maka qurbannya yang diterima oleh ALLAH SWT , sedangkan qabil yang berhati buruk dan busuk mempersembahkan yang buruk- buruk dan busuk tak diterima qurbannya oleh ALLAHU SWT, bahkan tak satu ekor binatang pun mau mendekati untuk mau memakan qurbannya qabil akibatnya qurban yang busuk itu semakin membusuk, berbeda dengan Habil dimana qurban persembahannya di dekati dan dimakan oleh hewan-hewan yang berada disana
ASTAGHFIRULLAH AL ADZIM … ternyata benar dugaan ku setelah aku check kisah NABI ADAM A.S , HABIL dan QABIL … ini sungguh fitnah dan tuduhan yang keji !!!
BalasHapusSALAFI WAHABI telah bersekongkol dengan si Abdul azis (mantan Hindu [bukan pendeta Hindu] pengangguran tamatan STM) , zionis , murtadin dan para kafirun untuk bersekongkol dengan menyebarkan FITNAH dengan menuduh ucapan NABI ADAM A.S sebagai ayat/dalil weda ??? mereka sanggup memfitnah NABI ADAM A.S yang adalah bapak moyang manusia ?? sungguh keji FITNAH mereka, FITNAH mereka telah membuat IBLIS tertawa , karena jelas-jelas IBLIS sangat membenci NABI ADAM A.S, tak disangka mereka SALAFI WAHABI telah mengamini agenda IBLIS dan para kaum DAJJALIS untuk memfitnah NABI ADAM A.S , mereka ubah ucapan NABI ADAM A.S kedalam bahasa sanskerta agar dikira kalimat itu berasal dari ayat kitab weda !!! NAUDZUBILLAH TSUMMA NAUDZUBILLAH !!!.
Nb : silakan copas dan share, sebarkan dan print kalau perlu share ke situs , fanspage, group, dan blog-blog salafi wahabi !!!
BalasHapussaya telah menghabiskan waktu dan pikiran saya untuk meneliti dan mengkaji ini, jangan sia-siakan dan abaikan status ini
BERTAUBATLAH DAN MINTA MAAF LAH WAHAI ORANG-ORANG YANG MENUDUH DAN MEMFITNAH TAHLILAN DARI HINDU, SEBELUM AKU TUNTUT KALIAN DI DUNIA DAN AKHIRAT !!! INGAT LAH, SATU BUKTI DAN FAKTA MAMPU MERUNTUHKAN SEKEDAR DALIL, ALASAN, MAUPUN ARGUMEN !! BUKTI JAUH LEBIH KUAT KETIMBANG ALIBI DAN OPINI ATAUPUN DALIL !!!